Archive for April, 2005

Sendiri

Wednesday, April 27th, 2005

Walkingalone
seorang egois berjalan di muka bumi, mata kepalanya menunduk, mata kakinya menengadah, berjalan cepat, tak melihat ke kiri atau ke kanan, berjalan satu-satu, tiga-tiga, tanpa bicara, hanya hati yang melihat, waspada, tinggalkan rumah, tempat teraman baginya, menuju hutan, penuh binatang buas,
orang itu telah cukup berjalan, lalu berhenti, memandang ke belakang, melihat semua yang dia tinggalkan, terekam semua kenangan, lalu mulai menetap, dia telah ditinggalkan oleh sang impian, sang moral, dan sang iman, dia telah ditinggalkan kawannya, sahabatnya, para kerabat, ayah, ibu, dan semua yang menyayanginya, dan saat gelap menyelimutinya, dia kembali memandang ke belakang, menyesal, kemudian tidur, bermimpi indah, akan hutan yang tak lagi di huni oleh binatang buas.

Do’a

Sunday, April 24th, 2005

Jihad01_2
aku berlindung kepada Zat yang memiliki diriku, yang memiliki semua yang kusayangi, dan semua yang Ia ciptakan. aku berlindung atas segala kemalangan yang akan, dan tengah menimpaku, yang menimpa semua yang kusayangi, dan semua mahkluk ciptaan-Nya. dengan segala kerendahan hati aku bermohon kepada-Nya, wahai Zat yang mengetahui semua rahasia dari segala ciptaan-Nya, untuk mengangkat semua yang terhina, semua mahkluk malang, yang tak beruntung dalam kehidupan ini, angkatlah penderitaan mereka, hingga mereka tak lagi merasakannya. wahai Rabb-ku, yang maha pengasih dan penyayang, penolong bagi kaum yang lemah dan tertindas, muliakanlah mereka yang mencoba bangkit, tenangkanlah kegundahan hati mereka, dan janganlah memberi mereka beban yang tak dapat mereka pikul, dengan segala kerendahan hati, dengan segala keterbatasan ilmu, dengan segala kekurangan yang aku miliki, dengan segala ketidakpantasan, aku memohon,…….. -CHe-

Kupu- Kupu

Friday, April 22nd, 2005

Butterfly_3
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin
melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya mohon Kekuatan … Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran … Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati …Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta … Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati … Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Kaset Isyarat Zaman

Paradigma Kaum Tertindas

Friday, April 22nd, 2005

Iran
“Manusia, pembangkan Allah, Tangannya yang satu menjabat syaitan-intelek, Sebelah lagi memeluk Hawa-cinta kasih, Pundaknya tertindih beban amanah, Turun dari surga sarat nikmat, Sepi dan asing di Bumi, Dia berontak, tapi selalu rindu kembali, Jalan selamat didapatnya dari ibadah, Batas kasih diraihnya dari pasrah, Durhakanya melepaskan kepungan buta, Bebaslah dia dari pedihnya pelarian perih, Dia yang lari dari Allah, Diuji disucikan di tungku dunia, Sadar, sepi, mantap, Tahulah dia kini, Jalan kembali kepada Allah, Sahabat akbar Yang sedang mengharap, Jalan menuju Dia menjadi seperti Dia.” Dr. ‘Ali Syari’ati

Do’a Yang Indah

Wednesday, April 20th, 2005

Hamas01_1
Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku. Tuhan menjawab, Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya. Aku meminta kepada Tuhan untuk menyempurnakan kecacatanku. Tuhan menjawab, Tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara. Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab, Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan,itu dipelajari. Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan menjawab, Tidak. Aku memberimu berkat, kebahagiaan adalah tergantung padamu. Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan. Tuhan menjawab, Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian dunia dan membawamu mendekat padaKu. Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan rohku. Tuhan menjawab, Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah. Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Tuhan menjawab, Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal. Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku. Tuhan menjawab Ahhh, akhirnya kau mengerti.