Paradigma Kaum Tertindas

“Manusia, pembangkan Allah, Tangannya yang satu menjabat syaitan-intelek, Sebelah lagi memeluk Hawa-cinta kasih, Pundaknya tertindih beban amanah, Turun dari surga sarat nikmat, Sepi dan asing di Bumi, Dia berontak, tapi selalu rindu kembali, Jalan selamat didapatnya dari ibadah, Batas kasih diraihnya dari pasrah, Durhakanya melepaskan kepungan buta, Bebaslah dia dari pedihnya pelarian perih, Dia yang lari dari Allah, Diuji disucikan di tungku dunia, Sadar, sepi, mantap, Tahulah dia kini, Jalan kembali kepada Allah, Sahabat akbar Yang sedang mengharap, Jalan menuju Dia menjadi seperti Dia.” Dr. ‘Ali Syari’ati
December 23rd, 2008 at 7:35 am
Nice Article. Keep up The Good work.
Thanks for the information!!