marriage
Aku menjadi terjaga, setelah membaca blog salah seorang kawanku di friendster ini. Tentang perkawinan. Panjang lebar. Kenapa harus menikah? Iya, kenapa nggak menikah? Sepenting itukah perbuatan itu harus dilakukan? Kalau itu ditujukan kepada diriku, mungkin aku tak dapat menjawabnya dengan jawaban yang memuaskan. Mungkin lebih cocok, itu hanya bisa dirasakan. Ada lelucon lama yang sering dilontarkan oleh pengantin baru,
“Enak nggak married?”
“Wah, nyesel gue”
“Koq nyesel, bukannya enak?”
“Nyesel kenapa nggak dari dulu”
Apakah itu merupakan ungkapan kebebasan? Bebas, karena yang tadinya haram dilakukan, kini telah halal. Apa jangan- jangan itu hanya nyala api sementara. Sedikit mengutip dari kawan saya: setelah sekian lama bersama nantinya, mereka akan terbiasa. Dan tak ada lagi cinta.
Benarkah demikian. Jika demikian terjadi, lalu apa yang mendasari mereka untuk menikah pada awalnya? Cinta sesaat? (atau cinta sesat?) Atau jangan- jangan karena fisik semata.
Kalau tidak menikah, lalu apa? Kumpul kebo? Hidup bersama dalam satu atap. Dan ketika sudah tidak ada lagi kecocokan, tinggal bubar. Dan akhirnya menempatkan posisi kita sama rendahnya dengan binatang. Jadi, aku pikir, semua yang kita perbuat, akan menghasilkan konsekwensi. You like it or not. Kita menikah, maka akan banyak kerepotan dan masalah yang datang. Kita tidak menikahpun tetap akan ada masalah yang datang.
Aku pikir, aku dihidupkannya bukan tanpa kesengajaan. Bukan tanpa misi. Dan mungkin salah satu misi yang harus aku lakukan adalah menikah, membentuk keluarga. Aku bukan milikku sendiri. Ada skenario besar yang bermain di sini. Dan memang butuh keberanian yang besar untuk melakoni peran ini.
Tulisan ini jauh dari kesempurnaan. Tapi semoga dapat meredam kugundahan kawan- kawan lainnya.
Let me not to the marriage
Let me not to the marriage of true minds Admit impediments; love is not love Which alters when it alteration finds, Or bends with the remover to remove. Oh, no, it is an ever fixed mark That looks on tempests and is never shaken; It is the star to every wand’ring bark, Whose worth’s unknown, although his height be taken. Love’s not Time’s fool, though rosy lips and cheeks Within his bending sickle’s compass come; Love alters not with his brief hours and weeks, But bears it out even to the edge of Doom. If this be error and upon me proved, I never writ, nor no man ever loved. William Shakespeare
