Perang Eropa Sebelum Tidur

S3010225Aku tak pernah henti- hentinya bersyukur karena dikaruniai keluarga yang luar biasa. Istriku yang luar biasa, anak yang luar biasa, serta semua yang mendukung kehidupan kami.
Anakku Shamil Al-Ghivary, di usianya yang 5 bulan ini, tak henti- hentinya membuat aku kagum. Perkembangannya yang tiap hari selalu mengejutkan aku.
Aku ingat pertamakalinya ia merespon suaraku, saat aku mengadzaninya. Pertamakalinya bersuara, dan memanggilku ayah. Pertamakalinya ia menangis dan tertawa. Pertamakalinya ia membalikkan badan untuk telungkup. Lalu tak lama setelah itu, telentang. Bagaimana dia cepat sekali merespon semua yang kami ajarkan kepadanya. Lucu sekali melihat ia memegang tangan bundanya, lalu menciumnya, setiap hari sebelum istriku berangkat kerja.
S3010226Shamil Al-Ghivary, anak yang luar biasa. Sangat perhatian terhadap semua yang ia dapatkan dari orang- orang sekelilingnya. Orang- orang yang menyayanginya. Anak- anak kecil lain, mungkin masih harus mendengarkan dongeng tentang kisah putri raja dan pangeran. TApi Shamilku tidak. Saat inipun dia sudah tertarik dengan sejarah perang dunia II di Eropa. Apakah ini terlalu cepat baginya? Sejarah, hal yang akan terus berulang. Dengan aktor- aktor yang berbeda, teknologi yang berbeda, bangsa yang berbeda, namun ibroh yang sama.
Ibroh yang Allah coba sampaikan kepada manusia. Tentang pertentangan antara baik melawan jahat. Yang pada akhirnya dimenangkan si baik. Ku pikir Anakku Shamil harus mengetahuinya dari dini. Sedikit terobsesi? Mungkin. Tapi melihat kemajuan teknologi yang pesat kini, kita takkan pernah tahu, berapa banyak Ghozwul Fikri yang telah kita serap. Berapa banyak racun yang telah menetap di tubuh kita. Di pikiran kita dan di hati kita. Anakku Shamil akan hidup di masa seperti ini. Entah sejarah yang mana yang sedang terulang.
S3010227Kisah tentang umat- umat terdahulu adalah pelajaran bagi kita. Sebuah pelajaran yang kadang terlupakan begitu saja. Di setiap masa akan selalu muncul Habil melawan Qabil, Ibrahim melawan Thalmud, Musa melawan Fir’aun, Isa melawan kaisar Romawi, Muhammad melawan Kafir Quraisy, dan sekutu melawan fasis Jerman, Italy, dan Jepang.
Semua kehinaan yang menimpa umat saat ini, tak lepas dari kesalahan kita dalam tidak memanfaatkan sejarah. Islam di masa lalu yang gilang- gemilang bersama tokoh- tokoh seperti Ibnu Sina, Solahuddin Al Ayyubi, hingga para sahabat nabi, tampaknya harus menunggu lebih lama lagi untuk melihat generasi sesudah mereka dapat berjaya seperti mereka.
Bilang aku pesimis. Tapi melihat sistem kehidupan saat ini, tampaknya hal ini adalah sebuahS3010228 keniscayaan. Islam yang besar telah termarginalkan. Islam yang besar telah menjadi ritual semata. Dan kami umatnya telah lama memaklumkan keadaan ini.
Shamil anakku lahir setelah bencana besar melanda Nangroe Aceh Darussalam. Bencana yang mengambil jutaan nyawa. Hampir memusnahkan satu generasi. Hingga membuatku percaya bahwa kelahirannya, adalah untuk menggantikan generasi yang lama.
Perang Eropa sebelum tidur bukanlah untuk menghiasi tidurnya dengan mimpi buruk dari kekejaman perang. Namun hanya sekedar pendidikan untuknya agar dapat menghargai sejarah.

2 Responses to “Perang Eropa Sebelum Tidur”

  1. albert Says:

    LUAR BIASA!!!

  2. TinoDurante Says:

    Satuhal bagi generasi penerus, lihat sejarah masa lalu Bangsa Mu dan perbaiki sejarah yang akan datang dengan lebih baik lagi

Leave a Reply