Dari seorang kawan (2)

SpecialforcompDari mulai Front Pembela Islam (FPI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ahlul
Beyt Indonesia (ABI), Laskar Jihad, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Muhammadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersuara sama; mengutuk keras pelecehan Islam dan penghinaan Nabi Muhammad ini. Sayangnya, sebagian umat Islam terprovokasi untuk bertindak anarkis.

Padahal Nabi sendiri pernah bersabda bahwa Allah itu Maha Lemah Lembut dan menyukai kelemah-lembutan dalam segala hal. Karena sifat dan perilaku manusia bermacam-macam. Ada yang mudah diberitahu dan tunduk pada kebenaran, ada pula yang keras kepala dan menantang. Sikap lemah-lembut dibutuhkan dalam menghadapi manusia tipe yang terakhir ini. Lemah lembut, setidaknya terdiri dari dua unsur; sabar dan pemaaf.

AlquranNabi Muhammad pernah mengibaratkan orang awam yang membencinya seperti Unta peliharaannya yang lepas. Hanya beliau yang mampu menjinakkannya karena sudah mengetahui dan memahami sifat-sifatnya. Jadi apapun tingkah Unta yang menyebalkan itu dapat dimaklumi mengingat keterbatasannya.

Kesabaran Nabi Muhammad membuahkan banyak hasil. Banyak yang memeluk Islam lantaran kesabaran beliau. Banyak pula pertengkaran dan pertumpahan darah yang dapat dihindari. Berkaitan dengan hal ini, dalam salah satu khutbahnya beliau bersabda; Di kalangan manusia ada orang yang tidak cepat marah dan cepat kembali tenang. Ada yang tidak cepat marah dan tidak cepat kembali tenang. Ada juga diantara mereka yang tidak cepat kembali tenang dan cepat marah. Masing-masing berlainan. Yang terbaik di antara mereka adalah yang tidak cepat marah dan cepat kembali tenang. Dan yang terburuk di antara mereka adalah yang cepat marah dan tidak cepat kembali tenang.

27septPada hadits lain yang diriwayatkan Thabrani, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa sebagian dari hal-hal yang memperkokoh bangunan iman dan meninggikan derajat adalah mampu bersabar menghadapi gangguan orang bodoh dan memaafkan orang yang telah berbuat dzalim kepada dirimu. Dalam situasi seperti ini, umat Islam harus berpikir jernih, sehingga mampu sabar dan tidak terjebak dalam tindakan emosional yang negatif bahkan anarkis. Hati boleh panas tapi kepala tetap dingin sehingga mampu memaafkan. Kita harus berusaha menjadi yang terbaik dan menghindari menjadi yang terburuk. Menghadapi Denmark yang bodoh, keras kepala dan dzalim, umat Islam harus ikhlas untuk tetap sabar dan memaafkan.

Rasa marah hanya salah satu bentu emosi yang paling destruktif dalam diri manusia. Nabi Muhammad selalu mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan emosi, karena marah itu amat tercela. Beliau menganggap marah itu musuh dari akal sehat. Marah dapat merusak iman seperti halnya nila merusak madu. Sangat bahaya dan harus dihindari! Oleh karena itu orang terkuat
adalah orang yang mampu mengendalikan diri saat ia sedang marah.

IslamKemarahan yang sudah timbul akan lebih mudah terprovokasi melakukan berbagai hal anarkis yang
bertentangan dengan nilai-nilai moral Pancasila dan Akhlakul Karimah. Merusak, membakar, menghancurkan, menghujat bukanlah ciri dari Islam sebagai dien yang kamil dan rahmat bagi alam semesta. Sebaliknya, akan memberikan citra negatif kepada dunia dan pembenaran terhadap jargon fitnah yang sudah ratusan tahun didengungkan bahwa Islam itu agama pedang.

PrayingKita juga harus kembali kepada esensi terlarangnya pencitraan Nabi Muhammad dalam berbagai bentuk. Apalagi kalau diabadikan dalam bentuk lukisan, gambar atau bahkan patung yang kemudian dianggap dapat menjadi perantaraan ibadah kepada Allah. Islam telah belajar banyak dari agama- agama sebelumnya yang terjebak dalam pengkultusan tokoh agamanya. Nabi Muhammad tidak minta dikultuskan. Umat Islam sebagai pengikutnya hanya diminta untuk meneladani tingkah lakunya yang paripurna dan ajarannya yang lurus. Pencitraan Nabi takkan memberikan manfaat, justru memberikan mudharat dan menimbulkan fitnah.

Leave a Reply