Ada …..

Ada orang yang takut sama hantu, jin, tuyul, kunti, dan mahkluk halus lainnya. Saking takutnya kadang jadi parno sendiri. Terus kalau mau ke suatu tempat sendirian, pasti minta di temani. Kalau nggak, ya… nggak jadi pergi. Walaupun kebelet.
Ada orang yang takut sama orangtuanya. Saking takutnya jadi nggak jujur. Karena kalau jujur malah lebih runyam urusannya. Terus kalau mau melakukan sesuatu yang kira- kira bakal dilarang sama ortunya, dia akan lakukan diam- diam. Underground. Kalau pacaran dilarang, dia lakukan secara backstreet. Tahu- tahu, malah jadi nggak beres urusannya.
Ada orang yang takut sama bos, atau pimpinan tempat dia bekerja. Saking takutnya kadang sering membuatnya jadi bukan dirinya. Jadi orang lain. Seperti punya kepribadian ganda. Kalau ada kebijakan bosnya yang nggak sesuai dengan keinginannya, dia cuma berani ngedumel di belakang. Paling banter cerita ke temannya. Tapi nggak pernah sampai membuat protes. Karena dia takut sama bosnya, jadi dia juga berusaha membuat bawahannya takut sama dia. Dengan begitu dia tetap masih bisa menyalurkan kefrustasiannya. Kalau dia kena marah bosnya, bawahannya pasti juga kena efeknya. Dan karena takut sama bosnya, dia jadi penjilat. Apapun dia lakukan untuk membuat bosnya senang.
Ada orang yang takut sama pencopet, maling, perampok, dan semua teman penjahat. saking takutnya membuat dia menjadi waspada. Tapi karena berlebihan, malah jadi parno. Semua orang diwaspadai. Semua orang dicurigai. Pikirannya jelek aja. Kalau kemana- mana, persiapannya lengkap. Dompet ditaruh di dalam celana, yang dilapisi celana lagi. Walhasil, dia selalu berdobel- dobel ria dalam berpakaian. Lebih baik kepanasan, daripada jadi korban kejahatan.
Masih banyak lagi macam- macam orang dengan ketakutan yang berbeda. Tapi satu ketakutan yang selalu aku inginkan, yaitu takut kepada Alloh. Hal yang paling sulit untuk dilakukan. Terbiasa untuk meminggirkan-Nya, menyangkal keberadaan-Nya, dan pada akhirnya, berani melawan-Nya.
Demi Zat yang memiliki jiwaku, jiwa orang- orang yang kukasihi, dan semua yang berada di bawah kaki langit, aku berlindung dari semua perasaan jahat, perasaan untuk bersahabat dengan musuh abadiku, setan yang sombong. Aku berlindung dari keinginan untuk menduakan-Mu. Keinginan untuk membuat-Mu marah. Yaa Rahman, Yaa Rahim, dengan segala kerendahan, kehinaan, dan ketakberdayaan yang selalu menyelimutiku, kabulkanlah permohonanku ini.

-CHe-

Leave a Reply