Sang harimau yang terluka
Bila saja semua ini berawal dari arah yang berbeda,
dari kumpulan, mimpi dan jiwa yang berbeda,
demi masa yang mengikat raga,
ku yakin takkan begini jadinya.
Harimau takkan pernah melupakan warnanya,
taring dan cakarnya,
insting untuk membunuh mangsanya,
dan naluri untuk bertahan dan membela.
Semua yang telah dipaksa untuk pergi,
kini satu persatu datang menghampiri,
mencoba untuk tetap ada,
membuka kembali semua luka.
Harimau itu kini telah kembali,
setelah lama menghilang ke tanah tinggi,
demi warna, taring dan cakarnya,
harimau kembali terluka.
-CHe-