Mau apa lagi…
Setelah seminggu nggak masuk kantor karena libur dan cuti, rasanya fresh banget saat masuk kantor lagi. Seminggu nggak ketemu tampang- tampang bete dan stres. Seminggu nemenin Shamil di rumah. Main sepanjang waktu.
Dan selama libur itu, sebenarnya banyak ide- ide yang mau saya tumpahkan dalam blog ini. Tapi sekonyong- konyong semuanya hilang setelah berhadapan dengan layar komputer.
Ada satu yang jadi kegundahan hati saya selama menonton acara buka puasa dan sahur di teve. Koq semakin lama semakin jauh dari nilai Islami ya?! Lebih banyak lawakan, banyak tertawa, banyak kuis, tapi kosong. Saya melihat sepertinya yang mau dituju itu nggak ada. Muatan Islamnya sangat sedikit. Ustad atau orang berkompeten di bidang itupun mendapat porsi yang sangat sedikit untuk membagi ilmunya. Dan cenderung untuk dipinggirkan.
Kuisnya yang banyak itu, malah menjadi bahan lelucon. Pertanyaan- pertanyaan dengan jawaban yang sejujurnya, mungkin bisa jadi tolak ukur umat muslim saat ini, sangat mudah. Bahkan keponakan saya yang masih belajar di TKA saja bisa menjawabnya. Dan tragisnya ada saja yang salah dalam menjawabnya.
Kalau sudah begitu, saya berharap ada pertandingan bola pada saat sahur. Entah siaran langsung atau tunda.
Saya tak ingin dibilang sok bijaksana. Saya hanya mengkhawatirkan anak- anak saya. Apa yang terjadi hari ini, (tanpa bermaksud mendahului Alloh) mungkin bisa lebih parah di kemudian hari. Walau tak tertutup kemungkinan dengan kekuasaan-Nya, semua bisa menjadi lebih baik.
-CHe-