Muhasabah

49292051_b55ae82656_o
10 hari pertama bulan Ramadhan sudah lewat aja. Nggak terasa cepat banget. Dan apa yang saya lakukan selama bulan ini, cenderung seperti bulan- bulan lalu saja. Hampir nggak ada bedanya. Sebenarnya merugikan sich. Tapi kalau yang bicara nafsu, banyak banget alasannya. Mungkin karena saya belum dibenturkan dengan keadaan sulit saat berpuasa. Ini jadi mengingatkan saya pada buku yang saya pernah baca. Yaitu tentang kisah seorang tentara muslim Amerika, yang terkena fitnah dari pemerintahnya sendiri hingga dia dipenjara berbulan- bulan tanpa memperdulikan hak- haknya. Dan selama masa penahanannya itu dia tetap berpuasa. Sementara lingkungan penjara yang tidak kondusif seperti gangguan yang dia terima saat shalat, makanan penjara yang sengaja diberikan tidak halal, hingga kesempatan untuk mengaji yang dipersulit, justru menambah tebalnya iman.
Bertolak belakang dengan apa yang dia derita dengan yang saya alami sekarang, justru membuat saya menjadi pemalas. Semua kemudahan yang saya dapat menjadi cobaan sendiri buat saya. Dan saya gagal. Mungkin ini menjadi pembukti dari janji Alloh, bahwa manusia lebih tahan diuji dengan penderitaan daripada dengan kesenangan.
Tundukpadanya140
Dan saat malam tiba, saat kesunyian mulai menemani saya ke pembaringan. Saat itulah hati ini mulai bicara. Ingatan- ingatan tentang masa lalu, ketika kecil, lalu beranjak besar, sekolah, kemudian kuliah, lalu menikah, dan mempunyai anak, hingga sampai pada batas saya tak bisa lagi membayangi apa- apa lagi, saya diingatkan pada kematian.
Semua yang bernyawa pasti akan kembali pada Dia. Dan melihat bekal yang saya persiapkan selama ini, saya tak yakin dapat melaluinya dengan baik.
Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhir yang buruk. Wahai Zat yang selalu membolak- balikan hati ini, tetapkan hati pada jalan-Mu. Saat menerima kesulitan maupun kemudahan, kehinaan maupun kemuliaan, kesedihan maupun kesenangan. Robbana, dengan segala kekurangan dan ketidakpantasan, aku memohon.

-CHe-

Leave a Reply